Jumat, 16 Desember 2011

Tugas Umum 5


Cerpen Remaja Romantis : Shella Niyyaka



Cinta yang selama ini aku jalani dengannya berjalan seperti apa adanya dan semestinya, karena memang aku mencintainya, tetapi tak tahu dengannya. Hingga suatu hari, ia selalu sibuk dengan kerjaannya sepulang sekolah. Bayangkan saja, pagi sampai siang sekolah pulang sekolah sampai malam bantu orang tuanya dan setelah itu ia tertidur. Sedikit sekali waktu yang tersisa untukku bahkan bisa dihitung dengan waktu, aku merenungi itu tak cukup hanya 1 hari saja,

tetapi berminggu-minggu sekali pun ia tak memperhatikan itu. Sampai saatnya datang, seorang cowok yang bisa dikatakan tampan, sopan dan mengerti segalanya tentang aku hadir dalam hidupku. Semula aku tak tahu akan semua itu, tapi ternyata dibalik kemelut ‘sahabat’ yang ia pergunakan, ternyata ia menaruh rasa kepadaku.

“aku masih mencintai bayu” kata arita saat deni mengungkapkan perasaannya di malam minggu itu.
“aku tak memaksa kamu rit, yang jelas aku udah bilang semua tentang bayu yang aku tahu, aku juga nggak memaksa kamu buat nrima aku, aku bakal nunggu kamu sampai kapanpun, aku juga bisa bantu kamu buat ngelupain bayu” ucap deni dengan kesungguhannya yang semakin membuatku bingung. Please….. bantu aku, jalan mana yang harus aku tempuh..??
“baiklah den, aku bakal berusaha buat itu”
“kamu bersungguh-sungguh rita..?”
“iya, bantu aku agar bisa melupakan bayu”
“aku akan berusaha arita, makasih sayang”

Saat itu pula aku memutuskan hubungan itu dengan bayu yang sesungguhnya masih sangat aku cintai. Semula bayu menolak, dan akhirnya ia menerima semua itu meski tak rela. Aku menjalani hubungan resmi pacaran dengan deni, tak ada seminggu mungkin selama itu pula  aku masih tak pernah bisa melupakan  bayu dihatiku, susah rasanya. Malam itu, aku bulatkan tekad untuk memutuskan hubungan dengan deni, karena sesungguhnya aku tak mencintai deni melainkan hanya menganggapnya sebagai sahabat.
“den, maafin aku sebelumnya”

“maaf buat apa rit..?”
“aku belom bisa ngelupain bayu, aku masih sangat mencintai bayu, aku harap kam ngerti, aku pengen kita sahabatan aja seperti dulu, karena memang aku selalu menganggapmu sebagai sahabat”
“ya udah, kloq memang itu keputusan yang menurutmu baik, aku nggak maksa kamu buat kembali ke bayu. Aku Cuma berdo’a semoga kamu baik-baik aja sama dia”
“makasih den, kamu dah ngertiin aku”

Rasa menyesal, benci pada diri sendiri, merasa bersalah sama semuanya tercampur menjadi satu dalam diri ini. Kenapa aku tak pernah memikirkan akibatnya dalam melakukan suatu tindakan, kenapa harus jadinya seperti ini, yang akhirnya aku tak pernah bisa melupakan bayu dihati ini. Bayu… aku ingin kamu kembali disisiku, karena sesungguhnya aku masih mencintaimu. Saat itu pula ketika aku sedang merenung, bayu meneleponku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar