Rabu, 26 Juni 2013

Tugas 4 (Bahasa Inggris2)



Kencan di Usia Dini

Kencan di usia dini? Pastinya kalimat itu sudah tidak asing lagi di dengar khususnya para remaja. Kencan di usia dini sudah menjadi hal yang lazim dan umum di indonesia. Namun menurut saya kencan di usia dini sangat tidak wajar, karena selain mengganggu proses belajar pastinya kan menimbulkan hal-hal yang negatif. Usia yang wajar dalam berkencan adalah 17 tahun karena pada usia tersebut sudah menginjak proses dewasa, dimana para remaja sudah mengetahui apa yang harus dilakukan dan menerima resiko yang sudah ia perbuat.

Peran orang tua sangat lah penting, yaitu untuk mengawasi dan mengendalikan supaya tidak terjadi hal – hal yang tidak di inginkan. Sebagai contoh kurangnya pengawasan dari orang tua bisa menimbulkan sex bebas. Tekanan dalam berkencan ada 2 yaitu tekanan batin dan fisik. Namun bagaimana kita bisa tau kalau kita mendapat tekanan tersebut dan biasanya tekanan yang kita dapat hanya dianggap sepele misalnya tekanan batin pacar yang posesif, cemburu, tidak memperbolehkan kita berinteraksi dengan lelaki lain, harus izin kemana kita pergi dan  masih banyak tekanan – tekanan yang sering terjadi. 

Kalau sudah terjadi tekanan – tekanan seperti itu saya akan berbicara baik – baik dengan pasangan, beri pengertian supaya tidak melakukan tekanan yang berulang –ulang. Jika saya terus menerus mendapatkan tekanan batin hal pertama saya akan meminta pertolongan kepada teman dekat dan orang tua dan jika mendapat tekanan fisik yang berlebihan saya akan meminta pertolongan kepada Komnas Perlindungan Anak dan pihak yang berwajib.
 

Rabu, 22 Mei 2013

Senin, 22 April 2013

Tugas 2 ( bahasa inggris 2 / softskill )





Name  : yuniar frida susanti
Class   : 3 eb 22
Npm    : 28210778




My name Yuniar frida Susanti. Everyone calls me yuniar. I am 20 years old. I Live in Bekasi. I study at Gunadarma University. I go to gunadarma university with friends by motorcycle. i have best friends in college. They are frindly and very beutiful.
I am interest in travelling, Last week, I went to baturaden purwokerto.   This attraction has a variety of tourist charms like waterfalls, hot springs, swimming pool with slide boards tortuous, arena toys to garden / park beautiful. animals which contains rare animals. I went there with my family. I and my family was happy. I looked beautiful panorama. My mother walked around the baturaden with my father. because my brother likes to spend her photographer took this picture. After getting tired, We had lunch at 12 o’clock.

Minggu, 10 Maret 2013

Bahasa Inggris 2


NAMA  : Yuniar Frida Susanti
NPM      : 28210778
KELAS : 3EB22
TUGAS : BAHASA INGGRIS BISNIS 2 (SOFTSKILL)

Make three sentence of simple present, simple past, simple future, present continuous, and present perfect. [ positive (+), negative(-), interrogative(?) ]
                                                                                                                     
1.     Simple Present Tense
(+) Every morning Mega drinks a glass of milk
(-)  Mega doesn’t drinks  a glass of milk every morning
(?) Does Mega drink a cup of milk every morning?

2.     Simple Past Tense
(+) I went to Raja Ampat last month
(-)  I didn’t go to Raja Ampat last month
(?) Did you go to Raja Ampat last month ?

3.     Present Continous Tense
(+) They are singing love song
(-)  They are not singing love song
(?) Are they singing love song?

4.     Simple Future Tense
(+) He will speaks english well soon
(-)  He will not speaks english well soon
(?) Will he speaks english well soon?

5.     Present Perfect Tense
(+) They have been to Canada many times
(-)  They have not been to Canada
(?) Have they been to Canada?

Jumat, 28 Desember 2012

Tulisan 1 Bahasa Indonesia 2

5 kalimat Silogisme Kategorial
Nama               : Yuniar Frida Susanti
Kelas               : 3 eb 22
NPM                : 28210778
Mata Kuliah    : Bahasa Indonesia 2 (softskill)
TULISAN
Buatlah 5 Kalimat Silogisme Kategorial !
1. Premis Mayor  : Semua ikan berbau amis
          Premis Minor   : Lele adalah jenis ikan
    Konklusi          : Lele berbau amis
2. Premis Mayor  : Semua pesawat terbang di udara
    Premis Minor   : Lion air adalah pesawat
    Konklusi          : Lion air terbang di udara
3. Premis Mayor  : Semua makhluk hidup membutuhkan 
    Premis Minor   : Hewan adalah makhluk hidup
    Konklusi          : Hewan membutuhkan makan
4. Premis Mayor  : Semua alat elektronik membutuhkan listrik
    Premis Minor   : Televisi adalah alat elektronik
    Konklusi          : Televisi membutuhkan listrik
5. Premis Mayor  : Semua wanita memiliki rahim
    Premis Minor   : Ayu adalah seorang wanita
    Konklusi          : Ayu memiliki rahim

Tulisan 2 Karya Ilmiah

Karya Ilmiah

Nama            : Yuniar Frida Susanti
Npm              : 28210778
kelas              : 3EB 22
Mata kuliah
  : B. Indonesia 2(softskiil)

Tulisan

Apa yang dimaksud dengan Karya Ilmiah

   Karya ilmiah merupakan karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Menurut Dr. H. Endang Danial AR., M.Pd (2001:4) mengemukakan bahwa karya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah. Apa yang dimaksud dengan tata cara ilmiah? Yaitu suatu penulisan yang didasarkan pada sistem, masalah, tujuan, teori dan data yang digunakan untuk memberikan alternatif pemecahan masalah. Menurut Djuroto dan Bambang (2003:12-13) menguraikan karya tulis sebagai suatu tulisan yang membahas suatu masalah, pembahasan masalah tersebut dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data dari suatu penelitian baik penelitian lapangan, laboratorium atau studi pustaka.
         Dalam karya ilmiah memiliki beberapa gaya penulisan antara lain gaya penulisan deskripsi, merupakan gambaran tertulis yang mana penulis berusaha menggambarkan detail benda-benda atau gelaja yang terjadi dalam bentuk kata-kata; gaya penulisan berbentuk narasi, merupakan jenis gaya penulisan yang menyajikan suatu rangkaian cerita dari suatu kejadian; gaya penulisan ekspose atau penjabaran, gaya penulisan jenis ini menjelaskan dan menafsirkan fakta dan gejala yang timbul dari suatu kejadian; dan gaya penulisan argumentasi, gaya penulisan jenis ini mengemukakan fakta pendukung dari penulis dengan menyajikan alasan-alasan.
       Karya ilmiah dapat berupa tema apa saja, misalkan mengangkat tema tentang bahaya narkoba, pengelolaan sampah yang baik, pencemaran lingkungan, polusi udara yang disebabkan asap pabrik, bahaya merokok dan masih banyak tema lagi yang bisa diangkat untuk menjadi karya ilmiah. Tapi apakah sebenarnya tujuan dari karya tersebut? Tujuan-tujuannya antara lain sebagai berikut:
  1. Untuk menyampaikan ide, maksudnya pokok permasalahan yang ada agar lebih mudah dipahami oleh pembaca maka penulis karya ilmiah membuat dalam bentuk karya ilmiah tersebut.
  2. Untuk melatih kemampuan menulis,
  3. Sebagai tradisi ilmiah, maksudnya dalam pendidikan di bangku kuliah sering mendapat tugas untuk membuat karya ilmiah yang mana memiliki suatu kebanggaan tersendiri.
  4. Sebagai tugas akhir, dalam pendidikan di universitas karya ilmiah juga menjadi salah satu syarat kelulusan. Seperti pada skripsi untuk S1, Tesis untuk S2 dan Disertasi untuk mahasiswa S3.
  5. Digunakan untuk menunjukkan eksistensi dari penulis tersebut melalui karya ilmiah yang dihasilkan.
Berikut adalah contoh judul karya ilmiah :
  1. Pemberdayaan Penambangan Emas Skala Kecil. Studi Kasus : Kecamatan Salopa, Tasikmalaya. Karya: Aryo P. Wibowo, Budi Sulistianto, Arief Sudarsono, Totok Darijanto, Sudarto N.
  2. Studi Perbandingan Kebijakan Mineral Beberapa Negara Dan Kebijakan Mineral Dalam Hukum Pertambangan Indonesia. Karya: Rudianto Ekawan, Aryo P. Wibowo, Buha Edyson.
  3. Estimasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dari Usaha Pertambangan Bauksit PT. Aneka Tambang Di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sangatta, Propinsi Kalimantan Barat. Karya: Aryo P. Wibowo, Siti S.N., Novery N.
  4. Mineral Resources-Based Regional Development A Challenge For Less Developed Country. Karya: Aryo P. Wibowo, Rudy Sayoga Gautama.
  5. Optimasi Penentuan Jumlah Alat Angkut Batubara Dari PIT Ke Chruster Dengan Menggunakan Teori Antrian. Karya: Budi Sulistianto, Jesmin M., Aryo P. Wibowo

Tugas 2 Penalaran Induktif

PENALARAN INDUKTIF

Nama : Yuniar Frida Susanti
NPM : 28210778
Kelas : 3EB22
Tugas : Bahasa Indonesia 2 ( Softskill)

PENALARAN INDUKTIF
Sebelum membahas apa itu penalaran induktif, ada baiknya kita mengetahui apa itu yang dimaksud dengan penalaran. Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Ada 3 jenis penalaran induksi, yaitu :

1. Generalisasi
Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa – peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan secara umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala.III.1 1.1. Generalisasi Tanpa Loncatan Induktif
Fakta yang dugunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
Contoh :
Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong, maka penyimpulan ini adalah generalisasi tidak sempurna.
1.2. Generalisasi Dengan Loncatan Induktif
Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.
Contoh :
Setelah kita memerhatikan jumlah hari pada setiap bulan pada tahun Masehi, kemudian disimpulkan bahwa : Semua bulan Masehi mempunyai hari tidak lebih dari tiga puluh satu. Dalam penyimpulan ini, keseluruhan fenomena yaitu jumlah hari pada setiap bulan kita selidiki tanpa ada yang kita tinggalkan.

2. Analogi
Analogi yaitu proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan. Kesimpulan yang diambil dengan analogi, yaitu kesimpulan dari pendapat khusus dengan beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan kondisinya.
2.1. Tujuan Analogi
- Meramalkan kesamaan
- Menyingkap kekeliruan
- Menyusun sebuah klasifikasi
Contoh :
Kita banyak tertarik dengan planet Mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atsmosfir seperti Bumi. Temperaturnya hampir sama dengan Bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti di Bumi. Jika di Bumi ada makhluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup di planet Mars.

3. Kausal
Kausal adalah merupakan prinsip sebab-akibat yang di haruri dan pasti antara gejala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya , merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan.
Contoh :
Pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
3.1. Tujuan Kausal
Tujuan kausal terdapat dalam Hubungan Kausal Dapat berlangsung dalam tiga pola :
a. Sebab ke akibat
Dari peristiwa yang dianggap sebagai sebab menuju kesimpulan sebagai efek.
b. Akibat ke sebab
Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat menuju sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat.
c. Akibat ke akibat
Dari akibat ke akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.



Sumber :
http://ekspresibelajar.blogspot.com/2008/05/logika-dan-silogisme.html
http://students.sunan-ampel.ac.id/irmanto/2010/04/10/generalisasi-macam-macam-generalisasi-dan-generalisasi-ilmiah/
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran